LUWU TIMUR, WARTABIROKRASI.COM|| Upaya mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD) tidak selalu dimulai dari fasilitas kesehatan. Di Desa Pattengko, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, warga bergerak langsung membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka melalui Aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (26/9/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pattengko, Pither Tandi Kala. Warga bersama pemerintah desa turun ke lingkungan permukiman untuk membersihkan area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Sejumlah warga tampak mengumpulkan sampah, membersihkan semak dan lingkungan sekitar rumah, serta memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menampung air.
Dipimpin Langsung Kepala Desa
Pither Tandi Kala tidak hanya mengimbau warga, tetapi turut terlibat langsung dalam kegiatan PSN tersebut.
Menurut Pither, pemberantasan sarang nyamuk harus menjadi gerakan bersama dan tidak cukup dilakukan hanya ketika kasus DBD meningkat.
“PSN ini bukan hanya kegiatan bersih-bersih, tetapi bagian dari upaya kita melindungi keluarga dan masyarakat dari ancaman DBD. Karena itu, saya mengajak seluruh warga Pattengko untuk membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan dan rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujar Pither.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat mulai dari lingkungan rumah masing-masing.
“Jangan menunggu ada warga yang sakit baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai dari sekarang, dari rumah kita sendiri. Kalau lingkungan bersih dan tidak ada tempat berkembang biaknya nyamuk, kita sudah melakukan langkah penting untuk menjaga kesehatan keluarga,” katanya.
Menguatkan Gerakan 3M Plus
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga kembali diingatkan mengenai penerapan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang dapat menampung air.
Warga juga diajak membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Bagi Pemerintah Desa Pattengko, kegiatan PSN diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kebersihan lingkungan perlu menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat.
“Kami berharap semangat gotong royong seperti ini terus dipertahankan. Pemerintah desa siap mendukung, tetapi keberhasilan menjaga lingkungan tetap membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat,” ujar Pither.
Aksi PSN tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan DBD dimulai dari lingkungan sendiri.
Lingkungan bersih, keluarga sehat, dan bebas DBD.(#)

