Suasana Pura Jagatnatha Kertoraharjo, Tomoni Timur, tampak berbeda hari ini. Di bawah naungan mendung tipis yang menyejukkan, tawa ceria dan konsentrasi penuh terpancar dari wajah anak-anak sekolah dasar. Bukan sedang bermain game di layar ponsel , mereka justru tengah asyik menganyam bilah-bilah bambu dalam Lomba Membuat Klakat guna memperingati Hari Raya Saraswati.Momen ini menjadi pemandangan yang menyentuh hati. Di tengah gempuran modernisasi, anak-anak ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap akar budaya dan ajaran agama tetap tumbuh subur. Didampingi para orang tua dan tokoh masyarakat, mereka belajar bahwa bakti kepada Sang Hyang Widhi dapat diwujudkan melalui keterampilan tangan yang penuh makna.
Klakat, Bukan Sekadar Anyaman Bambu
Bagi masyarakat umum, benda ini mungkin terlihat seperti hiasan bambu biasa. Namun, dalam tradisi Hindu, khususnya di Bali dan daerah transmigrasi seperti Tomoni Timur, Klakat memiliki kedudukan yang sangat penting.
Klakat adalah anyaman bambu berbentuk kotak (bujur sangkar) yang dibuat dari bilah-bilah bambu yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk lubang-lubang kecil (kotak-kotak). Secara filosofis, bentuk kotak-kotak ini melambangkan keseimbangan dan keteraturan alam semesta.
Dalam upacara keagamaan Hindu, Klakat berfungsi sebagai :
Alas Sesajen (Banten), Klakat merupakan dasar atau wadah tempat meletakkan berbagai jenis banten (persembahan).Simbol Kesucian, Penggunaan bahan alami seperti bambu melambangkan kemurnian niat umat dalam mempersembahkan sesuatu kepada Sang Pencipta.Sarana Upacara, Klakat digunakan dalam berbagai tingkatan upacara, mulai dari yang sederhana (nista) hingga yang besar (utama).
Memilih Hari Saraswati hari turunnya ilmu pengetahuan sebagai waktu pelaksanaan lomba adalah langkah yang sangat tepat. Hal ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya didapat dari buku, tetapi juga melalui tatwa (filsafat) dan etika yang dipraktikkan langsung melalui keterampilan membuat sarana upacara.
Dengan memegang klakat, anak-anak ini secara tidak langsung sedang “memegang” tonggak tradisi mereka. Semangat mereka hari ini adalah jaminan bahwa di masa depan, gema doa dan indahnya budaya di Pura Jagatnatha Kertoraharjo tidak akan pernah pudar.
Selamat Hari Raya Saraswati. Semoga Dewi Saraswati selalu memberkati kita dengan kecerdasan dan kebijaksanaan. (#)
@yul.lutim
#CamatTomoniTimur
#Purajagatnatha
#Saraswati

