Nyoman Alin Kanya Santana Harumkan Nama Tomoni Timur, Raih Juara II Lomba Bertutur Festival Literasi HUT Luwu Timur ke-23

SULSEL – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kecamatan Tomoni Timur. Siswa UPT SDN 174 Gunung Sari, Desa Cendana Hitam, Nyoman Alin Kanya Santana, berhasil meraih Juara II Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Luwu Timur pada Festival Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur di Gedung Perpustakaan Daerah Luwu Timur, Kamis (4/6/2026).

Festival Literasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur ke-23 yang bertujuan meningkatkan budaya baca, kemampuan literasi, serta keterampilan bertutur di kalangan pelajar sekolah dasar.

Dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Luwu Timur tersebut, Nyoman mampu menunjukkan kemampuan bertutur yang baik, penguasaan materi cerita yang kuat, serta penampilan yang komunikatif sehingga berhasil meraih posisi kedua.

Nyoman Alin Kanya Santana merupakan siswa kelahiran Cendana Hitam, 12 Februari 2015. Putra dari Made Pajeg A.M dan Ni Wayan Sri Ekawati ini dikenal sebagai siswa berprestasi dengan capaian peringkat pertama di kelas. Selain memiliki hobi menyanyi, Nyoman juga memiliki minat baca yang tinggi. Sejumlah buku yang pernah dibacanya antara lain Putri Loeha dan Payung Saktinya, Sang Pemenang, Fugo Si Ikan Buntal, Rumah Singgah, dan Pelangi di Ujung Kampung.

Kepala UPT SDN 174 Gunung Sari, Wagiran, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih peserta didiknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang berkelanjutan, dukungan keluarga, serta semangat belajar yang dimiliki siswa.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan masyarakat Tomoni Timur. Kami mengapresiasi kerja keras Nyoman yang telah menunjukkan kemampuan literasi dan bertutur dengan sangat baik. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan budaya membaca dan meningkatkan kemampuan literasinya,” ujar Wagiran.

Ia menambahkan bahwa lomba bertutur tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana strategis dalam menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dan kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai cerita rakyat maupun bacaan anak.

Keberhasilan Nyoman menjadi bukti bahwa penguatan literasi di lingkungan sekolah mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu mengomunikasikan kembali informasi yang diperoleh secara kreatif dan inspiratif.

Melalui Festival Literasi yang digelar dalam rangka Hari Jadi Luwu Timur ke-23, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk membangun budaya baca sejak dini sebagai fondasi penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berdaya saing. (admin)

Berita Terkait