Luwu Timur,SULSEL – Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, mencatat capaian membanggakan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil Scorecard Konvergensi Stunting Tahun 2026 Triwulan II, desa tersebut berhasil meraih skor konvergensi sebesar 99,61 persen atau 1.772 dari total 1.779 layanan yang harus dipenuhi kepada kelompok sasaran prioritas.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat keberhasilan pemerintah desa dalam memastikan layanan dasar bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0–23 bulan dapat diterima secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Skor Konvergensi Desa merupakan instrumen yang digunakan pemerintah untuk mengukur kinerja desa dalam pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting. Penilaian dilakukan terhadap berbagai layanan dasar yang meliputi kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, akses air bersih dan sanitasi, perlindungan sosial, hingga layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Kertoraharjo, Nengah Sriani, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak yang selama ini berkomitmen mendukung program percepatan penurunan stunting.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat yang terus berupaya memastikan seluruh kelompok sasaran memperoleh layanan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Menurut Nengah, data konvergensi stunting dihimpun secara berkala melalui aplikasi e-Human Development Worker (eHDW) yang digunakan untuk memantau capaian layanan di tingkat desa. Sistem tersebut kemudian menghasilkan kartu skor yang menggambarkan tingkat pemenuhan layanan dasar bagi kelompok sasaran prioritas.
Indikator yang dinilai meliputi pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, imunisasi dasar lengkap, edukasi gizi dan ASI eksklusif, akses air minum layak, kepemilikan jamban sehat, kepesertaan jaminan kesehatan dan bantuan sosial, serta partisipasi anak dalam layanan PAUD.
Kepala Desa Kertoraharjo, Made Suarta, turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Kertoraharjo yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian skor konvergensi stunting yang hampir sempurna tersebut.
“Kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada KPM Desa Kertoraharjo, Ibu Nengah Sriani, yang selama ini bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam melakukan pendataan, pendampingan, dan pemantauan terhadap kelompok sasaran prioritas. Capaian skor 99,61 persen ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan kolaborasi yang dibangun bersama seluruh pihak di desa,” ujar Made Suarta.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen KPM dalam memastikan setiap ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting memperoleh akses terhadap layanan dasar yang menjadi indikator penilaian konvergensi stunting.
“KPM menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka tidak hanya menginput data, tetapi juga aktif melakukan edukasi, koordinasi dengan kader kesehatan, pemerintah desa, serta memastikan layanan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, capaian ini adalah prestasi bersama yang patut kita syukuri,” kata Made.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada periode berikutnya sehingga Desa Kertoraharjo dapat menjadi salah satu desa percontohan dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Luwu Timur.
Camat Tomoni Timur Yulius memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Desa Kertoraharjo. Menurutnya, skor yang mendekati sempurna tersebut menunjukkan bahwa program konvergensi stunting di desa berjalan efektif dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Capaian ini patut diapresiasi karena menunjukkan keseriusan Desa Kertoraharjo dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Saya berharap langkah dan kinerja KPM Desa Kertoraharjo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Tomoni Timur,” kata Yulius.
Ia menambahkan, keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan semata, tetapi juga oleh sinergi berbagai sektor yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Karena itu, Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur akan terus mendorong penguatan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM), pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan agar kualitas layanan dasar kepada masyarakat semakin meningkat.
Dengan capaian 99,61 persen tersebut, Desa Kertoraharjo dinilai berhasil menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Keberhasilan itu sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam percepatan penurunan stunting di tingkat desa. (Adm)

